Sebuah renungan : Rasulullah saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.

Abdullah bin Ummi Maktum

Siapakah laki laki itu? Yang karenanya Nabi yang mulia mendapat tegoran dari langit dan menyebabkan beliau sakit? Siapakah dia, yang karena peristiwanya Jibril Al-Amin harus turun membisikkan wahyu Allah kedalam hati nabi yang mulia.
Dia tiada lain adalah 'ABDULLAH BIN UMMI MAKTUM' Muadzin Rasulullah.
'Abdullah bin Ummi Maktum, orang mekah suku Quraisy. Dia mempunyai

Abdullah bin Umar

Abdullah bin Umar adalah putra Khalifah Umar bin Khattab. Pada masa muda, Abdullah bin Umar mendapat pendidikan dari lingkungannya, yang selalu mendapat pembinaan semangat Islam. Dia dididik oleh ayahnya yang disiplin dan taat kepada agamanya.

Abdullah bin Salam

Husen bin Salam adalah Kepala Pendeta Yahudi di Madinah. Walaupun penduduk Madinah berlainan agama dengannya, namun mereka menghormati Husen. Karena di kalangan mereka, dia terkenal baik hati, istiqamah, dan jujur.
Husen hidup tenang dan damai. Baginya waktu sangat berguna. Karena itu ia membaginya dalam tiga bagian. Sepertiganya ia pergunakan di gereja Yahudi untuk mengajar dan beribadat. Sepertiga lainnya ia habiskan di kebun untuk merawat dan membersihkan tanaman. Sepertiga lagi untuk membaca Taurat dan mengajarkan kepada orang lain.
Setiap kali menemukan ayat Taurat yang mengabarkan tentang kedatangan seorang nabi di Madinah, ia selalu membacanya berulang-ulang dan merenunginya. Dipelajarinya lebih mendalam tentang sifat-sifat dan ciri-ciri

Abdullah bin Abbas

Di antara sahabat-sahabat Rasulullah SAW, terdapat beberapa sahabat kecil yang ketika melafadzkan syahadat mereka berusia sangat muda, atau ketika mereka dilahirkan, ayah bunda mereka telah muslim. Perhatian Rasulullah SAW kepada para sahabat cilik ini, tidak berbeda dengan sahabat-sahabat yang lainnya. Bahkan beliau sangat memperhatikan mereka dan meluangkan waktu untuk bermain, bicara dan menasehati mereka.

Abbad bin Bisyr

Abbad bin Bisyr, adalah seorang sahabat yang tidak asing lagi dalam sejarah dakwah islamiyah. Ia tidak hanya termasuk di antara para 'abid (ahli ibadah), bertakwa, dan menegakkan shalat setiap malam dengan membaca beberapa juz Al-Qur'an, tapi juga tergolong di kalangan para pahlawan, yang gagah berani, dalam menegakkan kalimat Allah. Tidak hanya itu, ia juga seorang penguasa yang cakap, berbobot, dan dipercaya dalam urusan harta kekayaan kaum muslimin.

'Adi bin Hatim

Sejumlah raja Arab mulai menerima Islam sesudah mereka menentang keras. Mereka tunduk dan patuh kepada Rasulullah SAW. Dari riwayat keislaman, tersebutlah kisah 'Adi bin Hatim at-Tha'i yang pemurah. 'Adi mewarisi kepemimpinan ayahnya sebagai penguasa suku at-Tha'i. Kaum Tha'i mengeluarkan seperempat harta mereka sebagai pajak kepada 'Adi, untuk imbalan bagi kepemimpinannya.
Ketika Rasulullah mendakwahkan Islam, berangsur bangsa Arab mulai mendekat kepada beliau, suku demi suku. Tetapi, 'Adi justru melihat